FAKTA BUNGO – Curah hujan masih tinggi yang terjadi di Kabupaten Bungo, sejumlah jalan akses utama mengalami gangguan di karenakan begitu tingginya air hujan yang menggenangi wilayah di Kabupaten Bungo, terutama di Dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo.
Hal itu dikarenakan sejumlah gorong-gorong dan box culvert yang berada di Dusun Rantau Duku tidak berfungsi, mengakibatkan air yang tergenang tersebut tidak bisa mengalir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kesatuan Politik (BPBD Kesbangpol) Kabupaten Bungo Zainadi menjelaskan, hujan yang deras terjadi beberapa hari yang lalu di Kabupaten Bungo mengakibatkan sejumlah akses jalan masyarakat terganggu, dikarenakan adanya air yang tergenang begitu tinggi, hal itu mengakibatkan polongan dan box culvert yang ada di Dusun Baru Pusat Jalo tidak berfungsi sama sekali.
“Kami dari BPBD bersama Dinas PUPR Kabupaten Bungo terus memantau kondisi terkini di Dusun Baru Pusat Jalo, hingga saat ini akses jalan utama masyarakat sekitar sudah bisa dilewati oleh masyarakat, akan tetapi kami minta kepada masyarakat tetap hati-hati dan waspada ketika melewati akses jalan tersebut,” ujarnya.
Insha Allah secepatnya jalan ini akan diperbaiki melalui dana Pusat, karena dana APBD Kabupaten Bungo terbatas, maka dinas BPBD Kesbangpol Bungo akan jemput bola ke pusat.
“Kami akan melobi ke pusat, agar anggaran pusat dikucurkan untuk Kabupaten Bungo terutama di Dusun Pusat Jalo, supaya jalan ini cepat diperbaiki,” kata Zainadi, Rabu siang (28/02/2024).
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bungo melalui Kabid Bina Marga Dwi Herwindo, ST mengatakan, iya kerusakan jalan di Dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo diakibatkan oleh tergenangnya air pasca hujan yang mengguyur di wilayah Kabupaten Bungo beberapa hari yang lalu.
Akibat genangan air tersebut akses jalan Dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Rantau Pandan tidak bisa dilewati oleh masyarakat, dikarenakan tingginya intensitas hujan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024 ini yang mengakibatkan longsor beberapa titik di ruas jalan.
“Ini menyebabkan tertutupnya inlet saluran/gorong-gorong di Dusun Rantau Duku. Tertutupnya saluran ini mengakibatkan genangan air jenuh yang puncaknya pada hari Sabtu 24 Februari 2024 kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih kurang 14 jam yang mengakibatkan genangan semakin tinggi hingga meluap dan menggenangi badan jalan,” kata Dwi Herwindo, S.T.
