Tentang Desa

Tentang Desa

Desa Rantau Duku

Bagian dari Pusat Kebudayaan: Wilayah Rantau Pandan (termasuk Rantau Duku) pada awalnya merupakan wilayah di bawah Kabupaten Bungo-Tebo sebelum pemekaran wilayah pada 12 Oktober 1999 yang menetapkannya sebagai bagian dari Kabupaten Bungo. Rantau Pandan dikenal sebagai salah satu pusat adat dan budaya tua di daerah tersebut.

Kisah Legenda Pedang Patah Tigo: Dalam cerita rakyat lokal (khususnya mengenai legenda Sutan Tenggiling Singo Yahudo dan Sutan Kramayana), terdapat narasi sejarah lisan tentang pertarungan yang membuat pedang pusaka patah menjadi tiga bagian. Berdasarkan legenda ini, ujung pedang tersebut dikisahkan jatuh di Rantau Duku, sementara bagian tengahnya jatuh di wilayah Air Gemuruh dan pangkalnya di Teluk Panjang.

Visi dan Misi

Visi dan Misi Desa Rantau Duku

Visi

Mewujudkan Masyarakat Dusun Rantau Duku, yang baik dan bermatabat, maju dan berkeadilan.

Misi

- Melanjukan program-program yang telah dilaksanakan - Memberdayakan semua potensi yang ada dimasyakat
- Meciptakan kondisi masyarakat dusun rantau duku yang aman, tertib,rukun dan damai
- Optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa dusun rantau duku




>>>SEJARAH DESA RANTAU DUKU

Dusun Rantau Duku merupakan salah satu dusun yang berada di Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Secara administratif, Dusun Rantau Duku termasuk salah satu dari enam dusun yang berada di wilayah Kecamatan Rantau Pandan, yaitu Leban, Lubuk Kayu Aro, Lubuk Mayan, Rantau Pandan, Rantau Duku, dan Talang Sungai Bungo.Sejarah awal berdirinya Dusun Rantau Duku tidak banyak tercatat dalam dokumen resmi. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, wilayah ini mulai dihuni oleh sekelompok masyarakat yang menetap di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo. Keberadaan sungai menjadi faktor utama terbentuknya permukiman karena berfungsi sebagai sumber air, sarana transportasi, sumber mata pencaharian, serta jalur perdagangan pada masa lalu. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kawasan tersebut berkembang menjadi sebuah dusun yang memiliki pemerintahan sendiri di bawah Kecamatan Rantau Pandan.Sejak dahulu, kehidupan masyarakat Dusun Rantau Duku sangat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas utama yang diusahakan masyarakat antara lain karet dan kelapa sawit. Selain itu, sebagian masyarakat juga memanfaatkan hasil sungai melalui kegiatan perikanan serta berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Potensi sumber daya alam tersebut menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat hingga sekarang.Dalam kehidupan sosial, masyarakat Dusun Rantau Duku masih menjunjung tinggi adat istiadat Melayu Jambi. Nilai gotong royong, musyawarah, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan tetap dipertahankan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pembangunan fasilitas umum, kegiatan keagamaan, maupun pelaksanaan acara adat. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas yang memperkuat kehidupan sosial masyarakat dusun.Perkembangan Dusun Rantau Duku terus berlangsung dari waktu ke waktu. Berbagai pembangunan telah dilakukan, baik pada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan pemerintahan desa. Pemerintah dusun bersama masyarakat terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.Saat ini Dusun Rantau Duku menjadi salah satu dusun yang terus berkembang di Kecamatan Rantau Pandan. Masyarakatnya hidup dalam suasana yang harmonis dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Scroll to Top